Aktivitas Gurandil di Pertambangan Emas Gunung Tumpang Pitu Banyuwangi

Sel, 10 Jan 2017 15:52 WIB

  Berita Foto

 lombofotonovelawartahijau tambang emas gunung tumpang pitu lombafoto

ridwan

Banyuwangi--Dalam sebuah kolokium pertambangan yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batu Bara, Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun 2009 lalu, Bambang Yunianto menyampaikan bahwa menurut eksplorasi yang dilakukan oleh PT. IMN (pemegang IUP sebelum PT. BSI), di gunung Tumpang Pitu ini mengandung cadangan bijih (ore) mencapai 9.600.000 ton; kadar emas rata-rata 2,3 gram/ton; cadangan emas 320,8 ton. Biasanya emas ditemukan bersama logam lainnya seperti perak, tembaga. Kadar emas di daerah ini adalah 2,3 gr/ton, dan kadar logam-logam lainnya tidak ada datanya. Eksplorasi dilakukan atas 14 lubang cebakan pada luas 11.621, 45 ha dengan kedalaman 4.100 meter. 

Kawasan lembah gunung tumpang pitu petak 56, Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi.

 

Para gurandil tengah "ngasak" emas di kubangan yang telah tercemar dengan bahan kimia berbahaya, mulai dari mercury, arsenic, sianida dan lain-lain. Melansir dan berbagi belas asih beberapa goni material dari para PETI (Penambang Tanpa Ijin). 

 

Ternampak tenda-tenda para PETI yang menandakan di bawahnya merupakan "penguasaan" atas lubang tambang. Biasanya lubang-lubang itu dikelola oleh sekelompok gurandil. 

 

Biasanya para PETI ini akan menghabiskan waktunya untuk menambang selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu di tenda-tenda tersebut. Untuk operasionalnya biasanya dibiayai oleh beberap pemodal bagi lubang yang belum "cair".

 

Peralatan yang dipakai oleh para gurandil ini terbilang modern. Tak hanya mesin drill, tapi juga blower, genset dan juga bahan aktif kimia berbahaya lainnya untuk pemurnian emas. Tentunya memiliki daya rusak yang sama menghacurkan dengan perusahaan pertambangan. Menggeser ruang ekosistem setempat secara langsung.

 

Sementara itu, tidak jauh dari lokasi para Gurandil, aktivitas penambangan oleh PT. BSI tidak mampu dijangkau oleh bidikan kamera pewarta. Pada dasarnya mereka bersebelahan dan memiliki tujuan yang sama merusaknya kepada lingkungan. 

ridwan |

Penulis lepas yang gemar menjaga kebersihan.

blog comments powered by Disqus