Dampak Pembangunan Pabrik Semen Bagi Kehidupan Masyarakat Pegunungan Kendeng

Sen, 30 Jan 2017 08:11 WIB

  Esai

 lombaesaiwartahijau

lawangkembara

Pabrik semen milik PT Semen Indonesia Tbk akan dibuka di daerah Rembang (wilayah yang termasuk dalam pegunungan karst Kendeng). Ini tentu menjadi angin segar bagi para investor karena uang yang telah mereka investasikan di pabrik semen ini nantinya akan berlipat ganda. Oleh sebab itu bisnis tambang semen ini memiliki tingkat keuntungan yang sangat tinggi. Namun dibukanya pabrik semen ini tidak serta merta menguntungkan semua pihak, khususnya penduduk sekitar pabrik semen tersebut. Warga pegunungan Kendeng menolak pembangunan pabrik semen di tempat tersebut, karena mereka tahu nantinya ini akan merusak lingkungan disekitarnya. Warga Kendeng mengajukan gugatan ke PTUN Semarang. Mereka kalah. Mereka mengajukan banding ke PTUN Surabaya, namun lagi-lagi kalah. Akhirnya mereka mengajukan gugatan ke MA, dan MA memenangkan gugatan mereka. PT Semen Indonesia Tbk tidak boleh melakukan aktivitas apapun yang berkaitan dengan proses produksi. Berbagai cara dilakukan oleh warga Kendeng agar PT Semen Indonesia Tbk tidak melanggar keputusan yang telah dibuat oleh MA, seperti mendirikan tenda keprihatinan di depan Gedung Perdamaian (kantor gubernur Jateng), para ibu-ibu yang  membangun tenda keprihatinan di lokasi pabrik semen, melakukan upaya hukum, melakukan aksi long march sampai penyemenan kaki adalah beberapa upaya yang dilakukan oleh warga Kendeng untuk menolak pabrik semen. Jika pembangunan ini tetap dilanjutkan akan berdampak pada kehidupan warga Kendeng sehari-hari. Mereka khawatir jika pabrik semen dibangun di dekat tempat tinggal mereka akan merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan mereka sehari-hari.

Kendeng Nari, yang diselenggarakan di Omah Sonokeling, Sukolilo, Pati, merupakan salah satu upaya warga pegunungan Kendeng untuk memperjuangkan pembatalan pengoperasian pabrik semen di wilayah Rembang, Jawa Tengah

Dampak lingkungan yang akan terjadi jika pabrik semen di pegunungan Kendeng ini tetap dilakukan adalah hilangnya mata air yang ada pada sungai bawah tanah yang ada di pegunungan ini. Lama-kelamaan jika hal ini terus terjadi maka mata air menjadi kering  dan sumur-sumur warga pun juga menjadi kering. Sehingga warga tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari seperti mencuci piring, mandi, memasak, dll. Jika berfungsi secara benar pegunungan kapur ini dapat difungsikan sebagai filter air hujan yang nantinya akan ditampung dibawah tanah, dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat sekitar. Sehingga jika pembangunan ini tetap berlanjut maka besar kemungkinan mata air yang telah lama ada ini akan hilang. Bagaimana bisa hilang? Itu dikarenakan proses penambangan kapur yang tidak ramah lingkungan yang menggunakan bom sebagai alat untuk mempermudah proses pengambilan batu kapur. Sehingga menyebabkan pegunungan ini menjadi berlubang besar dan sungai bawah tanah yang ada di bawah batuan kapur ini menjadi hilang.

Proses penambangan dengan cara membom tersebut akan berdampak kepada lingkungan di sekitar pabrik. Ada tiga dampak yang akan jelaskan, yaitu: banjir, dan debu akibat sisa serbuk penambangan. Pertama, dampak yang akan ditimbulkan ketika musim hujan adalah banjir. Itu disebabkan oleh tidak adanya tempat untuk menampung air yang biasanya difilter oleh batuan kapur tersebut. Akibat dari banjir tersebut sudah dapat diketahui, yakni penyakit seperti diare dan muntaber akan menyerang mereka. Kedua, dampak lain yang dirasakan adalah debu yang sangat banyak jika musim kemarau tiba. Debu ini disebabkan oleh serbuk-serbuk sisa dari penambangan yang tertiup oleh angin. Ini akan menyebabkan kesehatan warga menjadi terganggu, dan tentunya ini akan menyebabkan warga kendeng menjadi terkena polusi udara yang ditimbulkan oleh debu tersebut. Akibatnya mereka akan terserang penyakit sesak nafas.

Dampak lain yang dapat ditimbulkan oleh adanya pabrik semen di pegunungan Kendeng ini adalah para warga yang bermata pencaharian sebagai petani. Para petani ini akan merasakan dampak yang tidak main-main, yakni kehilangan mata pencaharian mereka,  dapat berkata demikian karena pembangunan pabrik semen ini akan menimbulkan hilangnya sumber air yang mengalir ke sungai-sungai yang nantinya juga akan dialirkan ke lahan pertanian mereka. Jika dari sumber airnya sudah kering maka bagaimana cara mereka agar dapat bercocok tanam? Padahal bercocok tanam memerlukan air yang tidak sedikit. Akibatnya para petani kemungkinan besar akan gagal panen. Jika petani sampai rugi karena gagal panen bisa diperkirakan bahwa mereka akan menganggur untuk sementara waktu. Tetapi jika selalu gagal panen maka mereka bisa jadi malah menganggur untuk seterusnya. Jika mereka memiliki modal lebih maka mereka bisa berwiraswasta. Selain itu mereka yang memiliki kendaraan seperti truk atau mobil mereka dapat menjadi supir. Mereka yang kehilangan mata pencaharian akan merasa iri  dengan pendatang baru yang bekerja di pabrik semen. Para petani bisa saja berselisih paham dengan para pekerja pabrik, karena merasa kampungnya diusik dengan kedatangan mereka.

Dari dampak yang sudah dijabarkan tadi, pertambangan memang penting namun sisi kemanusiaan tetap harus kita perhatikan. Jika proses penambangan ini tetap terjadi, akan menyebabkan dampak yang tidak main-main pada masa depan. Warga yang telah menempati tanah leluhur mereka akan pergi dari tempat itu oleh karena ambisi membangun pabrik semen. Pembangunan yang menjadi wacana ini memang penting, tetapi keberlangsungan hidup warga yang telah sejak lama tinggal di tempat tersebut lebih penting lagi. Jangan sampai kita kehilangan saudara-saudara kita hanya karena ambisi untuk memperkaya diri sendiri. Pengambilan keuntungan sepihak ini membuat orang-orang yang seharusnya tidak terlibat dalam masalah ini malah jadi terlibat. Mereka jugalah yang nantinya akan menanggung derita ketika pegunungan kapur ini sudah habis. Jadi alangkah lebih baik jika kita semua menolak kehadiran pabrik semen tersebut agar di masa depan kita dapat melihat anak-cucu warga Pegunungan Kendeng dapat menempati tanah milik leluhur mereka.

lawangkembara |

Lawang Kembara adalah siswa kelas XI, Charis Senior High School, Malang. Hobinya bermain futsal dan basket.

blog comments powered by Disqus