Lomba Penulisan Esai dan Fotonovela

Min, 18 Des 2016 04:36 WIB

  Berita

 lombaesaiwartahijau lombafotonovelawartahijau

atmin

 


Lomba

Penulisan Esai dan Fotonovela

"Cerita Tambang dari Kami"


Latar Belakang

Pengusahaan pertambangan di Indonesia pada awalnya diharapkan menjadi salah satu titik tumpu pembangunan ekonomi untuk mensejahterakan masyarakat. Akan tetapi realitas praktiknya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Selain menghasilkan kerusakan yang sangat hebat pada sistem alam, pengusahaan tambang malah menjadi salah satu penyebab pemiskinan dan pengusiran masyarakat.

Realitas ini begitu nyata dialami oleh masyarakat di sekitar lokasi pertambangan. Hal ini juga dapat dengan mudah terbaca pada berbagai data dan statistik, baik perekonomian, kesumberdayaalaman, kependudukan, serta statistik kekerasan dan kriminalitas. KPK misalnya, pada tahun 2016 menemukan 3.982 Izin Usaha Pertambangan bermasalah. Diantaranya, sejumlah 6,3 juta Ha izin tambang yang berada di hutan konservasi yang seharusnya tidak boleh dikonversikan menjadi wilayah pertambangan. KPK juga mensinyalir lebih dari 75% yang tidak membayarkan dan tidak melakukan kewajiban reklamasi paska tambang. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) memperkirakan sekitar 70 persen kerusakan lingkungan Indonesia karena operasi pertambangan. Sekitar 3,97 juta hektare kawasan lindung terancam pertambangan. Tak hanya itu, daerah aliran sungai (DAS) yang mengalami kerusakan parah meningkat secara drastis menjadi 108 unit satuan DAS. Lebih tragis lagi, catatan Jatam yang menunjukan bahwa hingga tahun 2016, sudah 26 orang anak tewas tenggelam dalam lubang bekas tambang di Kalimantan yang dibiarkan tanpa penanganan.

Sayangnya masyarakat seolah terasing dari berbagai informasi ini. Perkembangan media massa dan internet dewasa ini belum mampu membentuk opini masyarakat untuk mewaspadai keberadaan sebuah operasi penambangan. Bagi masyarakat tempatan di banyak lokasi calon tambang baru, seringkali masyarakat dengan mudah terilusi oleh janji kemakmuran yang dibawa oleh perusahaan tambang.

Pada lokasi lain di mana perusahaan tambang sedang atau telah selesai mengeruk hasil tambangnya, masyarakat seolah berjalan sendiri dalam memperjuangkan keselamatan hidup dan masa depannya. Sementara masyarakat umum cenderung berfikir bahwa kerusakan akibat penambangan adalah sesuatu yang harus diterima sebagai sebuah kewajaran.

Situasi inilah yang menjadi titik tolak pentingnya penyelenggaraan lomba penulisan esai, dan fotonovela. Publik perlu didorong lebih jauh untuk memahami bahwa perusakan lingkungan dan kehidupan akibat penambangan adalah pasti dan kesejahteraan bagi masyarakat adalah ilusi semata.

Tema utama kegiatan ini adalah “Cerita Tambang dari Kami”. Tema ini diambil dengan pertimbangan bahwa ada banyak peristiwa seputar dunia tambang yang terjadi dan menimpa masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung. Dengan lomba ini diharapkan akan memunculkan suara-suara masyarakat dari lokasi-lokasi tambang yang selama ini tidak terdengar.

Tema Utama

“Cerita Tambang dari Kami”

Materi / sub tema / topik

  • Penambangan, penyalahgunaan wewenang dan korupsi
  • Penambangan dan perusakan sumber daya kehidupan masyarakat
  • Pertambangan, pemiskinan masyarakat dan ilusi pembangunan ekonomi
  • Penambangan : manfaat untuk siapa, derita untuk siapa.
  • Cerita tambang dari kami

Keberpihakan

  • Setiap karya yang disertakan dalam lomba ini harus menunjukan keberpihakannya secara tegas terhadap lingkungan dan masyarakat.

  • Setiap karya, baik yang secara eksplisit atau implisit bertendensi berpihak pada penambangan maupun praktik-praktik yang dilakukannya, akan didiskualifikasi.

Hadiah

Hadiah lomba penulisan esai

Pemenang 1 : 1 karya, dengan hadiah 1 (satu) unit laptop.

Pemenang 2 : 1 karya, dengan hadiah 1 (satu) unit kamera.

Pemenang 3 : 2 karya, dengan hadiah 2 (dua) unit telepon pintar.

Hadiah lomba fotonovela

Pemenang 1 : 1 karya, dengan hadiah 1 (satu) unit laptop.

Pemenang 2 : 1 karya, dengan nominal hadiah 1 (satu) unit kamera.

Pemenang 3 : 3 karya, dengan hadiah 3 (tiga) unit telepon pintar.

Selain itu akan disediakan juga 40 hadiah hiburan untuk 40 konten terbaik.

Kerangka waktu lomba

Pengumuman kegiatan lomba : 17 desember 2016 - 20 Januari 2017

Batas waktu pengiriman karya : 20 Januari 2017 pukul 24.00 WIB

Pengumuman pemenang : 30 Januari 2017

Tata Cara Pengiriman Karya

  • Peserta melakukan registrasi dengan membuat akun pada portal http://wartahijau.com

  • Peserta mengunggah karya (Fotonovela atau Esai) ke portal http://wartahijau.com dengan akun yang telah di buatnya dengan menyertakan hastag (tagar) #LombaEsaiWartaHijau untuk kategori esai dan #LombaFotonovelaWartaHijau untuk fotonovela

  • Peserta mengisi kolom informasi pemilik akun melalui menu pengguna. Untuk kelengkapan, mohon menyertakan Foto Penulis, Nama Lengkap, Biografi singkat, Nomor telepon dan Email. Artikel atau fotonovela yang dikirimkan tanpa kelengkapan ini dinyatakan tidak sah. Kelengkapan ini salah satunya digunakan oleh panitia untuk menghubung para pemenang dan peraih hadiah hiburan. Informasi dan data pribadi tersebut tidak akan dipublikasikan oleh redaksi selain untuk kepentingan komunikasi kepada peserta. Data/informasi tersebut tidak akan diberikan kepada pihak lain. Informasi profil yang ditampilkan sebagai profil penulis esai/fotonovela hanya nama, biografi dan foto. Jika ada penggunaan lain yang dianggap perlu terkait dengan lomba ini, panitia akan secara khusus menghubungi peserta. 

  • Peserta membagi karya yang sudah diunggah melalui media sosialnya (Facebook, Twitter dan atau IG).

  • Kesulitan dalam pengiriman konten dapat disampaikan ke wartahijau@gmail.com. 

Pengumuman Pemenang

  • Pemenang akan diumumkan melalui portal http://wartahijau.com serta akan disiarkan melalui media sosial Warta Hijau.

  • Hadiah akan dikirimkan langsung ke alamat pemenang, sebagaimana yang tertera dalam formulir pendaftaran.

Ketentuan Umum :

  • Lomba menulis ini bebas dari biaya apapun atau GRATIS.

  • Peserta lomba adalah masyarakat umum, jurnalis atau pegiat lingkungan, jurnalis media cetak maupun media berita online/portal berita, serta masyarakat umum (guru, pakar, akademisi, penggiat pendidikan, mahasiswa, dll).

  • Seluruh esai dan fotonovela akan ditampilkan pada portal warta hijau. 

  • Tim pewarta hijau tidak dapat mengikuti lomba ini.

  • Karya yang disertakan dalam lomba adalah karya asli peserta lomba. Seluruh materi dan isi dari tulisan/fotonovela yang disertakan dalam lomba sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis. 

  • Karya yang disertakan dalam lomba ini belum atau tidak sedang disertakan pada lomba lain yang sejenis.

  • Karya yang disertakan disertakan dalam lomba ini belum pernah dipublikasikan dalam media apapun, termasuk media sosial.

  • Peserta lomba dapat mengirim maksimal tiga esai, atau fotonovela dengan judul dan isi berbeda untuk diikutsertakan dalam lomba, dengan akun yang sama.  Satu peserta hanya boleh membuat satu akun pada portal Warta Hijau.

  • Naskah dan karya yang masuk menjadi hak milik panitia, dan panitia berhak mempublikasikan dalam bentuk dan media apa pun dengan menyertakan identitas dan nama penulis.

  • Jika di kemudian hari pemenang diketahui melanggar UU Hak Cipta, maka kemenangan peserta akan digugurkan dan peserta wajib mengembalikan hadiah kepada Panitia

  • Keputusan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

  • Keikutsertaan peserta dalam lomba ini berarti peserta menyetujui dan menerima segala ketentuan dan syarat yang berlaku.

  • Materi dalam tulisan baik sebagian atau keseluruhan tidak mengandung unsur diskriminasi, pelecehan, atau penghinaan yang berbau suku, agama, ras, maupun bias gender.

  • Karya harus sudah masuk paling lambat tanggal 20 Januari 2017 pukul 24.00 WIB.


Acuan Teknis Karya

PENULISAN ESAI


Pengantar

Isu pertambangan di Indonesia adalah isu yang bersifat strategis bagi kepentingan dan keselamatan masyarakat dan negara. Akan tetapi masyarakat umum terlanjur hanya melihat isu pertambangan ini sekedar sebagai isu ekonomi semata. Masyarakat terlanjur memiliki perspektif yang tidak objektif atas berbagai masalah yang ada seputar isu pertambangan.  Daya rusak tambang serta berbagai dampak negatif akibat pertambangan dianggap sebagai sesuatu yang harus diterima sebagai konsekuensi kebutuhan masyarakat atas barang tambang.

Pada sisi lain, masyarakat juga seringkali terjebak dalam isu sektoral pertambangan semata. Padahal ada berbagai aspek yang melingkupi persoalan pertambangan ini. Isu korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, politik pengelolaan sumber daya alam, perusakan budaya dan adat, kegagalan ekonomi pertambangan dan sebagainya sering kali dilupakan.

Berbagai kondisi makro inilah yang menjadi pendorong lomba penulisan esai ini. Ada berbagai masalah yang terkait yang sangat menyentuh kehidupan kita sehari-hari, hampir di manapun di wilayah republik ini. Dengan lomba ini, diharapkan ada banyak karya penulisan yang kuat dan bertanggung jawab yang akan membantu memberikan pemahaman yang lebih baik pada masyarakat mengenai realitas pertambangan Indonesia.

Persyaratan Lomba:

Ketentuan Penulisan:

  • Tulisan asli, bukan plagiat, terjemahan atau saduran dan tidak terikat dengan hak cipta milik pihak lain.

  • Isi naskah harus relevan dengan tema lomba dan topik penulisan

  • Naskah berupa artikel non fiksi yang menggunakan Bahasa Indonesia yang baku, dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, jelas, merupakan satu kesatuan, dan menggunakan istilah yang mudah dimengerti.

  • Jika diperlukan, tulisan dapat disertakan dengan ilustrasi baik foto atau gambar.

  • Semua ilustrasi yang digunakan adalah karya asli penulis, atau memiliki ijin untuk digunakan dalam naskah yang akan disertakan dalam lomba ini.

  • Panjang tulisan minimal 700 kata dan maksimal 1.200 kata, tidak termasuk caption ilustrasi foto/gambar atau grafik (jika ada), lampiran, biodata dan kelengkapan lain.

  • Mengunggah langsung karya ke dalam portal Wartahijau.com dengan menyertakan hastag (tagar) #LombaEsaiWartaHijau. Peserta lomba dapat mendaftarkan diri secara langsung sebagai penulis pada portal wartahijau.com untuk mengunggah konten yang diikutsertakan dalam lomba ini.


FOTONOVELA


Pengantar

Indonesia memiliki keunikan dan keindahan alam yang sangat luar biasa. Bukan hanya alam, tetapi juga ragam budaya dan kehidupan masyarakatnya adalah kenyataan yang tidak terbantahkan. Akan tetapi, kehadiran kegiatan pertambangan telah menghadirkan kerusakan pada skala yang luar biasa. Pencemaran, penghancuran bentang alam, kehilangan keragaman hayati, perubahan budaya hingga pengusiran masyarakat adalah sebagaian kecil dari dampak yang dihasilkan.

Berbagai dampak ini menjadi penting untuk diketahui oleh publik. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan rekaman atas kondisi daerah-daerah tempatan penambangan ini.  Melalui foto yang dirangkai menjadi sebuah cerita yang dapat dengan mudah di tangkap oleh masyarakat, berbagai cerita sekitar masalah pertambangan akan dapat lebih mudah diserap masyarakat..

Secara umum, fotonovela adalah karya foto yang dirangkai dan dilengkapi dengan teks mengenai keterangan dan cerita yang ingin disampaikan. Istilah fotonovela diambil dari kata foto dan novel. Penggunaan foto-foto yang menarik, teks yang terbatas tetapi mampu memberikan cerita yang baik, membuat media ini sangat menarik dan mudah dipahami. Itulah sebabnya, fotonovela ini telah menjadi alat melakukan pendidikan, advokasi publik, penyadaran, proses diskusi, dan peningkatan motivasi untuk berbagai isu seperti gender, budaya, politik, lingkungan dan masih banyak lagi. Fotonovela memiliki nilai lebih karena bisa memotret realitas nyata dan relatif lebih mudah dibuat.

Persyaratan Lomba

Ketentuan Karya:

  • Materi harus relevan dengan tema lomba dan topik penulisan

  • Materi disusun dalam urutan foto dengan disertati keterangan/narasi yang memadai.

  • Karya merupakan satu kesatuan cerita yang terdiri dari sekurangnya 3 foto.

  • Mengunggah langsung karya ke dalam portal Wartahijau.com dengan menyertakan hastag (tagar) #LombaFotonovelaWartaHijau.

  • Fotonovela diunggah ke portal wartahijau.com dengan diberi judul dan narasi pengantar maksimal 200 kata dan minimal 75 kata.

 

Diperbaharui pada 22 Desember 2016 pukul 13.09. 

atmin |

Redaksi Warta Hijau.com. Akun ini digunakan untuk mempubliksikan pengumuman dari redaksi.

blog comments powered by Disqus