Pembukaan Lahan PT BSI Usir Satwa Liar

Kam, 24 Nov 2016 07:00 WIB

  Berita -

 pt bsi tambang emas banyuwangi tumpang pitu jatim jawa timur

lumajang

Bukit Tumpang Pitu Dusun Ringin Agumg, Desa Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur.

Oleh : Qhufron

Warta Hijau - Pembukaan lahan eksploitasi mineral PT Bumi Suksesindo (BSI) di kawasan Gunung Tumpang Pitu, Desa Pesanggaran, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi mengakibatkan satwa terusir dari habitatnya.

Kamis (24/11 /16), sekitar pukul 10.30 WIB Tim Pewarta Hijau masuk ke wilayah Gunung Tumpang Pitu Blok 56 Dusun Ringin Agung, Desa Pesanggaran. Perjalanan kami menuju Blok 56 tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam dari Pasar Desa Pesanggaran.

Menurut penuturan Sukle, warga Dusun Ringin Agung, satwa liar yang hidup di dalam hutan Tumpang Pitu terlihat turun ke pemukiman warga. "Semenjak PT BSI membuka lahan pertambangan di hutan Tumpang Pitu, satwa seperti babi hutan dan rusa sering terlihat keluar menuju pemukiman warga. Bahkan beberapa hari yang lalu seekor rusa tertabrak motor saya,” ujar Sukle.

Selain menjadi wilayah konsesi pertambangan PT BSI, wilayah Gunung Tumpang Pitu juga menjadi lokasi penambangan rakyat. Hal ini terlihat dari hilir mudik motor para penambang emas tradisional menuju areal pertambangan dan turun dari areal pertambangan ke arah pemukiman warga terdekat sering kali terlihat.

Dalam setengah perjalanan kami beristirahat di warung kecil tengah hutan. Sriah, pemilik warung menyampaikan sering melihat babi hutan berseliweran di sekitar warungnya.

"Babi hutan mulai banyak terlihat dan jadi buruan warga sekitar untuk lauk pauk. Harga per kilo daging babi hutan mencapai Rp 30 ribu," ungkap Sriah.

blog comments powered by Disqus