Pesisir Lumajang Kembali Memanas

Rab, 23 Nov 2016 01:23 WIB

  Berita -

 desa wotgalih gumuk pasir pertambangan lumajang wisata

trenggalek

Alat berat (loader) sedang melakukan perataan gumuk pasir untuk pelebaran jalan wisata dan arena pacuan kuda di pesisir Desa Wotgalih (19/11). (Foto: Qhufron).[/caption]

Oleh : Jhe Mukti

Warta Hijau - Sabtu (19/11), situasi di Desa Wotgalih, Lumajang, Jawa Timur kembali memanas, hal ini dikarenakan adanya aktivitas alat berat yang melakukan penghancuran gumuk pasir yang diperintahkan oleh Kepala Desa. Menurut Qhufron (34), Divisi Hukum Laskar Hijau, kegiatan alat berat tersebut bertujuan untuk membuat arena pacuan kuda yang dibiayai dari dana hibah yang diberikan oleh salah seorang tokoh masyarakat Desa Wotgalih. "Pada saat kegiatan sosialisasi undang-undang tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang kami lakukan besama Walhi Jatim, Senin (14/11), Kepala Desa menyampaikan bahwa akan membuat pacuan kuda di pesisir,” ungkap Qhufron.

Dalih pengembangan pariwisata yang digunakan oleh Kepala Desa dengan menghilangkan gumuk pasir mendapatkan penolakan dari mayoritas warga. Warga khawatir aktivitas ini akan merusak ekologi pesisir. “Saya masih ingat betul apa yang dikatakan oleh Kepala Desa Wotgalih saat mengisi acara sosialisasi undang-undang tentang pesisir lalu. Ia mengatakan, bahwa dalam pembangunan areal pacuan kuda ini mungkin akan timbul korban,” lanjut Qhufron.

Keadaan ini yang membuat Laskar Hijau melaporkan ancaman terhadap pesisir Wotgalih kepada Bupati serta Polres Lumajang. Warga berharap, Pemkab dan pihak kepolisian bertindak tegas dan cepat terkait rencana perusakan kawasan gumuk pasir di Wotgalih. “Warga tidak menginginkan kawasan gumuk pasir menjadi rusak hanya untuk kepentingan sekelompok orang. Apalagi untuk jenis pariwisata yang menurut warga tidak masuk akal, yakni pacuan kuda,” ungkap Abdul Majid Ridwan (36), warga Dusun Meleman, Desa Wotgalih.

No Author

Sorry, there is something wrong.

blog comments powered by Disqus