Sebuah Pekikan Kecil dari Lubang nan jauh tak terdengar

Sen, 30 Jan 2017 23:35 WIB

  Esai

 lombaesaiwartahijau lombaesai

Robbi

“Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup”. Undang-Undang No. 32 tahun 2009.

Pengelolaan lingkungan hidup dan pertambangan merupakan hal yang tak bisa dipisahkan. Kegiatan pertambangan tentu akan berdampak buruk bagi lingkungan. Ini merupakan hal yang tak dapat kita hindari, oleh karena itu dibutuhkan suatu strategi untuk mengurangi dampak dari kerusakan tersebut.

Saat ini berbagai polemik akibat pertambangan menjadi hal yang semakin panas.  Masyarakat mulai menyuarakan akan apa yang mereka terima dari lemahnya pengawasan kegiatan pertambangan di negara kita. Kerusakan alam akibat pertambangan sangat membahayakan kelangsungan bumi kita. Setiap harinya kegiatan pertambangan menjadi pennyumbang untuk rusaknya hutan kita, panasnya bumi kita, matinya rakyat kita dan hancurnya alam kita.

Sikap pemerintah yang kurang memperhatikan daerah terpencil mengakibatkan sering terjadi masalah berupa konflik hingga kematian akibat dari penambangan marak terjadi di daerah yang kurang terekspos. Akibatnya penanganan masalah tersebut menjadi tidak maksimal. Hal inilah yang sering dimanfaatkan perusahaan untuk menin ggalkan tanggung jawab mereka begitu saja.

Sebuah pekikan dari Lubang

Pengelolaan sumber daya alam semestinya bermanfaat bagi keselamatan warga dan lingkungan.  UUD 1945 pasal 33 ayat 3, menegaskan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Hak-hak penguasaan Negara semestinya dipahami oleh pemangku negara untuk kepentingan rakyat. Artinya Pengelolaan sumber daya alam semestinya bermanfaat bagi keselamatan warga dan lingkungan.

Namun kenyataannya sangat miris, perusahaan yang memanfaatkan kelonggaran peraturan semakin menjadi. Akibatnya banyak terjadi penyelewengan terutama masalah pengelolaan bekas pertambangan.

Belasan bekas galian tambang batubara di kabuaten Indragiri Hulu milik PT. Riau Bara Harum  yang tidak di tutup kini telah menjadi sebuah danau yang cantik. Pantulan cahaya biru kehijauan yang memikat mata seakan indah namun tersimpan ancaman yang sangat besar didalamnya. Hal ini merupakan pemandangan yang biasa untuk dilihat di area bekas pertambangan batubara milik PT Riau Bara Harum. Didalam genangan air tersebut tersimpan berbagai zat beracun yang sangat berbahaya seperti zat Asam tambang (Acid Mine Drainage/AMD) dan beberapa logam berat berbahaya seperti Mangan (Mn), Besi (Fe), Alumunium (Al), Cadmium (Cd) dan Arsenic (Ar). Bahan-bahan berbahaya tersebut bersifat akumulatif, efeknya akan terasa setelah beberapa tahun kemudian. Pada anak-anak, bahan-bahan beracun di air akibat pertambangan batubara dapat berpengaruh pada kesehatan dan pertumbuhan generasi masa depan tersebut.

Inilah yang menjadi bom waktu bagi generasi muda, karena daerah bekas galian tersebut masih banyak menunggu untuk dilakukan reklamasi. Sedangkan lubang bekas galian tersebut telah lama menjadi sebuah danau yang sering di gunakan oleh warga termasuk untuk hewan ternak.

Masyarakat kurang memahami akan bahaya yang mengancam pada daerah bekas tambang, mereka sering menggunakan genangan air tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka. Salah satu kejadian yang mengenaskan buah dari kurangnya pengawasan akan perusahaan pertambangan adalah meninggalnya seorang warga bernama Ardi asal dusun sungai arang yang tewas tertimbun tanah bekas galian. Sebelumnya beliau bersama dua rekannya ingin mencari ikan di lubang bekas galian tersebut dengan cara mngeringkan lubang tersebut melalui parit yang akan mereka buat. Namun saluran air yang mereka buat tiba-tiba runtuh dan menimbun korban. Dua orang rekannya berusaha membantu dengan cara menggali kembali sambil meminta pertolongan kepada warga sekitar. Ardi berhasil dibawa kerumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Kurangnya pengawasan menyebabkan lalainya perusahaan tambang tersebut untuk melakukan reklamasi pasca tambang. Puluhan lubang yang dibiarkan terbuka begitu saja seakan meminta korban. Kejadian yang di alami Ardi, bukan hal yang pertama. Telah banyak korban akibat dari pertambangan yang kurang memperhatikan aspek keselamatan tersebut.

Perusakan sumber daya kehidupan masyarakat

Ketersediaan sumberdaya alam yang digunakan sebagai sumber energi di Negara ini memiliki keterbatasan, namun ekploitasinya dilakukan secara berlebihan. Diperparah lemahnya strategi pengelolaan dan pengawasan dalam pemanfatan energi yang diharapakan mengedepankan aspek keberlanjutan. Hal itu berakibat pada munculnya kompleksitas dalam pengelolaan energi nasional hingga saat ini termasuk terjadi di Provinsi Riau.

Kelalaian yang berakibat hilangnya nyawa seseorang harus menjadi pelajaran bagi seluruh perusahaan dan juga pemerintah. Menyadari dimana kesalahan dan upaya untuk mengembalikan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian harus segera dilakukan. Bukan sekedar mengeruk kekayaan alam dan membiarkannya begitu saja , perlu ada upaya yang jelas untuk memperbaiki kondisi alam. Hal ini sangat berpengaruh karena daerah bekas pertambangan memiliki berbagai zat yang sangat berbahaya, baik dalam bentuk gas, maupun cairan yang harus ditangani dengan cepat. Upaya reklamasi yang terlalu lama dapat menyebabkan daerah bekas tambang tersebut menjadi tempat yang dianggap tidak berbahaya. Salah satunya kasus diatas, akibat dari terlalu lamanya tidak di lakukan reklamasi, lubang bekas galian tersebut menjadi tergenang oleh air. Hasil reaksi zat kimia yang terkandung didalamnya memberikan pemandangan yang indah. Padahal, terdapat ancaman mematikan didalamnya. Hal inilah yang  kemudian menjadi penarik warga untuk menggunakan air tersebut, menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari hingga tempat  hewan ternak sudah biasa terjadi.

Kelalaian seperti inilah yang dapat merusak generasi bangsa ini. Secara perlahan kita dibunuh oleh kelalaian kita sendiri. kita tidak menyadarinya walaupun telah banyak contoh yang terjadi didepan mata kita.

Mari bersama kita upayakan untuk melestarikan alam kita dan membangun generasi bangsa yang terhindar dari dampak buruk pertambangan.

 

Robbi |

seorang pelajar SMAN Plus Prov. Riau yang memiliki ketertarikan dalam menulis dan menggali informasi seputar isu-isu yang menarik perhatian masyarakat. seorang pelajar yang bermimpi untuk menjadi pemimpin yang mengantarkan Indonesia menjadi negara yang lebih di segala hal.

blog comments powered by Disqus